Mengkendek, IAKN Toraja — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja memperingati Dies Natalis ke-62 melalui ibadah syukur yang berlangsung di Aula Bukit Kasih IAKN Toraja, Kamis (1/10/2026). Mengusung tema “Harmoni Iman dan Budaya”, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan IAKN Toraja sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi keagamaan dalam merespons perkembangan zaman.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Dr. Christian Tanduklangi, M.Th., Sekretaris Umum Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja. Dalam khotbahnya berdasarkan 1 Korintus 9:22b, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk melihat tantangan zaman sekaligus mengambil bagian dalam mempersiapkan generasi yang akan datang.
Dalam refleksinya, Pdt. Christian menekankan tiga hal penting. Pertama, generasi emas. Menurutnya, setiap orang memiliki peran dalam perjalanan bersama untuk mempersiapkan generasi emas yang akan datang. Karena itu, civitas akademika tidak hanya dituntut untuk realistis terhadap berbagai kondisi, tetapi juga harus hadir dan mengambil bagian dalam proses pembentukan generasi masa depan.
Kedua, membuka jalan bagi generasi yang menghadapi berbagai tantangan. Ia mengingatkan bahwa terdapat generasi yang terkadang kehilangan semangat dan daya juang. Dalam situasi tersebut, diperlukan kehadiran orang-orang yang mampu memberikan daya dan melihat kehidupan dengan nalar yang jernih. Mengacu pada teladan Rasul Paulus, ia menegaskan bahwa melihat persoalan saja tidak cukup. Diperlukan langkah nyata untuk menjangkau dan menghadirkan perubahan yang berkelanjutan.
Poin ketiga berkaitan dengan kondisi bangsa dan tantangan kehidupan yang semakin kompleks. Pdt. Christian mengajak peserta untuk tetap realistis terhadap kenyataan bahwa kehidupan tidak selalu mudah, tetapi pada saat yang sama tidak kehilangan harapan. Ia menggambarkan berbagai situasi yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari realitas yang perlu dihadapi dengan iman dan keteguhan. “Memang kadang-kadang kita gelisah karena memikirkan akan seperti apa hari esok. Tetapi segala hal yang terjadi adalah rahasia emas di dalam Kristus, karena Dialah yang memberkati kita semua,” ungkapnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa di tengah berbagai kecemasan, kelemahan, dan kerasnya kehidupan, iman tetap menjadi sumber kekuatan untuk menghadapi tantangan serta menghadirkan pengharapan.
Usai ibadah, rangkaian Dies Natalis dilanjutkan dengan laporan panitia yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Dr. Yohanis Luni Tumanan, M.Th. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, yakni Rektor IAKN Toraja Prof. Dr. Agustinus, M.Th.; Wakil Bupati Tana Toraja, Erianto Laso’ Paundanan, S.H., M.H., yang mewakili Pemerintah Kabupaten tana Toraja; Sekretaris Umum BPS Gereja Toraja, Pdt. Dr. Christian Tanduklangi, M.Th. yang mewakili Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja; serta Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperlihatkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, gereja, dan Kementerian Agama dalam memperkuat pendidikan serta pembangunan sumber daya manusia.
Tema “Harmoni Iman dan Budaya” menjadi relevan dalam perjalanan IAKN Toraja sebagai perguruan tinggi keagamaan Kristen yang berada dalam lingkungan masyarakat dengan kekayaan budaya yang kuat. Harmoni antara iman dan budaya menjadi bagian penting dalam membentuk pendidikan yang kontekstual sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.
Puncak rangkaian kegiatan akademik diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Sanda Mongan, S.Th., M.Pd.K. Dalam orasinya, Dr. Sanda mengangkat judul “Pedagogi Multiteks: Menjembatani Pendidikan Kristiani dalam Kohesi Budaya Lokal dengan Kekristenan Berdasarkan Perspektif Teori Interpretation of Culture dan Teori Education for Continuity and Change.”
Orasi tersebut mengangkat ruang dialog antara pendidikan Kristiani dan budaya lokal. Pendekatan tersebut menjadi penting dalam pengembangan pendidikan keagamaan yang tidak terlepas dari konteks kehidupan masyarakat, sekaligus tetap mampu menjaga nilai-nilai kekristenan.
Peringatan Dies Natalis ke-62 menjadi momentum bagi IAKN Toraja untuk melihat kembali perjalanan institusi, memperkuat identitas akademik dan keagamaan, serta meneguhkan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui tema “Harmoni Iman dan Budaya”, IAKN Toraja menegaskan pentingnya membangun pendidikan yang mampu mempertemukan iman, ilmu pengetahuan, budaya, dan kebutuhan generasi masa depan dalam satu ruang kehidupan yang harmonis.
Dokumentasi : Rusdin
Narasi : AR.
Editor Gambar : Ammi