Mengkendek - Dalam rangka Kunjungan Kerja ke Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), maka Kemenko PMK melalui Asisten Deputi Bidang Pendidikan Keagamaan Kemenko PMK menugaskan Tim untuk melaksanakan Kunjungan Kerja tersebut yang dilaksanakan pada hari ini, Senin (19/06/2023).
Adapun tujuan kunjungan kerja ini ialah untuk mendapatkan gambaran lapangan serta informasi langsung terkait Strategi Kebijakan dan Arah Pengembangan Layanan Pendidikan Keagamaan Pasca Transformasi Kelembagaan IAKN Toraja. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD).
Kegiatan ini mengusung Tema "Arah Pengembangan Layanan Pendidikan Keagamaan Pasca Transformasi di IAKN Toraja dan Kesiapan Menuju Universitas Kristen Negeri Toraja". FGD ini dilaksanakan dalam bentuk diskusi antara Peserta FGD dengan Tim dari Asisten Deputi Bidang Pendidikan Keagamaan Kemenko PMK.
Adapun Tim yang berkunjung ke IAKN Toraja ini yakni Ibu Nur Heri Yuningsih, Ibu Serevinna Dewita, dan Ibu Anita. Kegiatan ini dikoordinir oleh Panitia yang telah dibentuk melalui Surat Keputusan Rektor IAKN Toraja. Dalam laporannya selaku Ketua Panitia, Ibu Estuningsih, SH., MM. mengatakan bahwa "Tim yang berkunjung ini dengan maksud untuk melihat secara langsung kita IAKN Toraja setelah bertransformasi dari STAKN menjadi IAKN Toraja. Jadi inilah kami disini dan kami berharap semoga dengan kehadiran Tim dapat membawa berkah bagi kami IAKN Toraja. Masih banyak sekali kekurangan disini dan kalau berkenan kami mohon diberikan arahan-arahan bagaimana agar kita bisa berkembang," tuturnya.
"Semoga Menko PMK juga mendukung maksud kami yang berkerinduan seperti saudara-saudara kita dari IAIN yang sudah banyak sekali bertransformasi menjadi Universitas. Kami juga ingin agar bisa bertransformasi menjadi Universitas," harap Ibu Estuningsih.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Rektor IAKN Toraja, Bapak Dr. Joni Tapingku, M.Th. yang diawali dengan sambutan. Dalam sambutannya, Bapak Rektor mengemukakan bahwa "Patut kita mengucap syukur kepada Tuhan oleh karena kita boleh bertemu mengikuti kegiatan FGD ini. Kita tahu persis bahwa Kemenko PMK ini perna membantu IAKN Toraja dengan mendanai pelaksanaan KKN-T dengan Tema "Revolusi Mental". Dengan kedatangan Kemenko PMK ini, kami melihatnya sebagai sebuah berkat bagi IAKN Toraja apalagi datang untuk melihat langsung keadaan kami disini pasca berubahnya menjadi Institut. Banyak harapan yang ada dalam benak kami untuk mewujudkan mimpi berubah lagi menjadi Universitas dan syukur sekarang dari pihak Kementeri Agama telah mendukung kami, tapi semua ini tidak akan terwujud jika tidak ada topangan dari faktor pendukung lainnya dan salah satu yang memang kami harapkan ialah bagaimana agar SDM bisa menopang kami dalam rangka berubah bentuk menjadi Universitas yang paling tidak semua Dosen memiliki kesempatan untuk Studi Doktoral entah itu dalam negeri maupun luar negeri," tutur Bapak Joni Tapingku.
"Kami sangat berharap bahwa anak-anak kita yang punya semangat untuk belajar disini, juga ditopang dan didukung dalam soal pendanaan terutama menyangkut mengenai beasiswa. Beasiswa yang ada sekarang ini baru KIP dan PPA yang jumlahnya masih terbatas sementara jumlah mahasiswa semakin bertambah dan masih banyak kekurangan kami termasuk pada Sarana-Prasarana.
Kami menginginkan agar benar-benar menjadi rasa Institut bahwa kalau bisa masih Institut tapi sudah menjadi rasa Universitas. Jangan sudah menjadi Institut tapi masih rasa Sekolah Tinggi dan ini menjadi pergumulan bagi kami untuk membenahi kekurangan yang masih banyak disana-sini. Jadi kami berharap dengan kehadiran Kemenko PMK di IAKN Toraja ini dapat menangkap maksud dari apa yang kami sampaikan," ungkap Bapak Rektor.