Mengkendek, Humas IAKN Toraja — Panggilan iman untuk merawat ciptaan (care for creation) dan memperkokoh persaudaraan insani berpadu nyata di Lembang Pa’tengko. Sepanjang 18 hingga 30 Juli 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) mengimplementasikan praksis moderasi beragama berlandaskan kesadaran ekoteologis melalui pembersihan rumah-rumah ibadah lintas keyakinan, termasuk masjid dan gereja.
Gerakan ini memandang rumah ibadah bukan sekadar bangunan fisik peribadatan, melainkan ruang sakral bersama yang menuntut tanggung jawab etis-spiritual umat manusia sebagai penatalayan (stewardship) bumi. Mahasiswa bersama warga jemaat dan jamaah setempat bahu-membahu membersihkan area suci, merawat pelataran, serta menata lingkungan peribadatan agar tetap asri dan khidmat.
Menariknya, dimensi ekoteologi diwujudkan secara konkret melalui aksi pemulihan ekologis berbasis ekonomi sirkular. Mahasiswa mentransformasikan limbah jeriken bekas menjadi serokan sampah fungsional serta merangkai sapu lidi dari daun kelapa lokal. Alat-alat kebersihan ramah lingkungan ini kemudian didistribusikan secara inklusif ke masjid dan gereja di seantero Lembang Pa'tengko sebagai simbol pertobatan ekologis (ecological conversion).
Koordinator mahasiswa KKN-T menegaskan bahwa perjumpaan antarumat beragama menemukan titik temu yang paling murni dalam kepedulian terhadap kelestarian alam dan kemanusiaan.
"Moderasi beragama dan panggilan menjaga keutuhan ciptaan adalah dua sisi dari satu koin spiritualitas. Melalui daur ulang jeriken dan pembersihan tempat suci ini, kami merajut dialog karya antarumat beragama. Menjaga kebersihan masjid dan gereja adalah manifestasi nyata dari cinta kasih kosmis yang melampaui sekat-sekat dogmatis," ungkap korlap Lembang Pa'tengko.
Langkah transformatif ini menuai respons positif dari tokoh agama dan masyarakat setempat. Sinergi di Lembang Pa’tengko menjadi bukti empiris bahwa wacana teologi lingkungan dan toleransi mampu mewujud dalam tindakan kontekstual yang memperkuat kohesi sosial sekaligus merawat kelestarian bumi pertiwi.
Dokumentasi : Mahasiswa KKN-T
Penulis : Setblon
Editor : Rusdin & AR