2026-07-23
#AstaProtas
#KualitasPendidikanAgama
#Akreditasi
#TataKelola
Mengkendek, Humas IAKN Toraja – Sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola mutu dan meningkatkan kesiapan institusi menghadapi proses akreditasi, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Instrumen Akreditasi Terbaru Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Pascasarjana. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor IAKN Toraja, Prof. Dr. Agustinus, M.Th., dan diikuti oleh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta tim penjaminan mutu di lingkungan IAKN Toraja.
FGD ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan institusi menghadapi implementasi instrumen akreditasi terbaru yang diterapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Melalui forum tersebut, seluruh peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai perubahan kebijakan, indikator penilaian, serta strategi pemenuhan standar mutu yang menjadi acuan dalam proses akreditasi perguruan tinggi maupun program studi.
Dalam sambutannya, Rektor IAKN Toraja menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar proses administratif, melainkan bagian dari upaya membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi. "Akreditasi merupakan cerminan kualitas institusi. Karena itu, setiap unsur di lingkungan IAKN Toraja harus memiliki pemahaman yang sama terhadap instrumen akreditasi terbaru agar mampu mempersiapkan data, dokumen, dan berbagai eviden secara optimal menuju akreditasi yang unggul," tegas Rektor.
FGD menghadirkan narasumber yang berpengalaman dalam bidang akreditasi perguruan tinggi, yaitu Prof. Dr. Tjokorde Walmiki Samadhi, S.T., M.T., Ph.D., Ahmad Nur Rohman, S.Si., M.Si., dan Dr. I Made Suardana, M.Th., yang membahas berbagai aspek penting terkait implementasi instrumen akreditasi terbaru, mulai dari kebijakan nasional, tata kelola mutu, hingga strategi penyusunan dokumen dan eviden sesuai standar BAN-PT.
Pada hari pertama pelaksanaan, peserta memperoleh materi "Sosialisasi Instrumen Akreditasi Terbaru untuk Perguruan Tinggi (IAPT 4.1)" yang disampaikan oleh Prof. Dr. Tjokorde Walmiki Samadhi, S.T., M.T., Ph.D. Materi tersebut mengulas secara mendalam perubahan paradigma penilaian akreditasi yang lebih menitikberatkan pada peningkatan kualitas, luaran, serta dampak yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.
Selanjutnya, Ahmad Nur Rohman, S.Si., M.Si. menyampaikan materi "Petunjuk Teknis Pengisian SAPTO 2.0", yang memberikan pemahaman teknis mengenai mekanisme pengisian sistem akreditasi secara digital, penyusunan eviden, serta strategi memastikan kelengkapan data sesuai dengan ketentuan BAN-PT.
Pelaksanaan FGD ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarunit kerja dalam mempersiapkan proses akreditasi. Seluruh program studi didorong untuk mulai melakukan pemetaan data, evaluasi dokumen, serta penyempurnaan berbagai eviden yang menjadi indikator penilaian. Kehadiran para narasumber diharapkan mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan teknis yang dihadapi oleh tim akreditasi di tingkat program studi maupun institusi.
Melalui kegiatan ini, IAKN Toraja menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan tata kelola perguruan tinggi yang berkualitas, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan kebijakan pendidikan tinggi nasional. Penguatan pemahaman terhadap instrumen akreditasi terbaru menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan visi IAKN Toraja sebagai perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dokumentasi & Narasi : LPM & Rusdin
Editor : AR.