Mengkendek, HUMAS IAKN Toraja ---- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN Toraja) melaksanakan Ibadah Akhir Pekan untuk meningkatkan spiritualitas pada Kamis, 21 Agustus 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Lobby Lt. 1 Gedung Rektorat IAKN Toraja dengan penuh khidmat, dimulai Pukul 13.25 WITA hingga selesai.
Ibadah ini dipimpin oleh Alfrida Lembang, M.Pd.K. sebagai Pelayan Firman, Liturgis oleh Meyannie Sangka, S.Kom., M.Tr.A.P., dan Pemain Musik oleh Ulfa, SE.
Tema yang diangkat pada Ibadah Akhir Pekan ini yakni “Jadilah Pengikut Kristus” dengan bahan bacaan dari Kitab Matius 16:21-28. Dalam khotbahnya, Alfrida Lembang menyampaikan bagaimana menjadi pengikut Kristus. “Bapak/ibu, alasan mengapa kita memilih untuk mengikuti Yesus ialah karena Yesus memberi jaminan kehidupan dan kebangkitan, ada keselamatan dalam mengikuti Yesus yang datang dari Allah. Namun, dalam mengikuti Yesus bukan berarti bahwa kita akan selalu mudah dan nyaman, tetapi ada persyaratan yang harus kita penuhi yakni menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Aku (Yesus),” tuturnya.
Yesus dengan tegas mengatakan bahwa “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku (Ay. 24)”. Tiga hal ini harus kita lalui dan tidak bisa dihindari dalam menjadi pengikut Kristus. Pertama: menyangkal diri. Menyangkal diri berarti bahwa kita harus mengutamakan Kristus diatas kepentingan, keinginan, dan kepopuleran kita. Apakah kita siap untuk menyangkal diri?. Siapkah kita untuk mengatakan tidak pada keinginan, kepentingan, pikiran dan perkataan yang bertentangan dengan kehendak Kristus?. Menjadi pengikut Kristus, berarti kita harus hidup seperti Kristus yang menyangkal keinginannya demi mewujudkan keinginan BapaNya.
Kedua: memikul salib. Salib adalah lambang penderitaan. Menjadi pengikut Kristus berarti kita melalui jalan penderitaan dan taat seperti Kristus. Meskipun penuh tantangan dan penderitaan, namun kita harus tetap setia mengikuti-Nya. Memikul salib berarti kita siap menanggung apapun konsekuen sebagai pengikut Yesus.
Ketiga: mengikut Yesus. Mengikut Yesus setiap hari berarti kita harus meneladani apa yang Kristus lakukan dan hidup seturut kehendak-Nya. Menjadi pengikut Yesus bukan sekadar dibaptis atau setia melayani Tuhan, tetapi mengikut Yesus harus siap kehilangan banyak hal seperti keinginan diri, harta, dan bahkan nyawa. Namun Yesus berjanji bahwa kita akan memperolehnya kembali.
Menjadi pengikut Kristus itu tidaklah mudah, namun memberikan jaminan keselamatan. Mengikut Yesus artinya taat melakukan firman Tuhan. Saat kita taat melakukan firman-Nya kita sedang melangkah menuju seperti Yesus. Menjadi pengikut Kristus adalah memberi diri dituntun oleh Roh Kudus, serta taat melaksanakan setiap ajaran-Nya. “Bapak/Ibu/saudara(i), jadilah pengikut Kristus sekalipun jangan yang harus kita lalui bukanlah jalan yang mudah. Tetapi Yesus berjanji bahwa pada akhirnya orang-orang yang mengikut Kristus, ia akan menemukan kebenaran dan keselamatan di dalam Kristus,” pungkas Alfida.
Dokumentasi : Rusdin
Narasi : AR.