Loading...
Jl. Poros Makale Makassar No.Km. 11, Kec. Mengkendek, Kab. Tana Toraja, Sulawesi Selatan 91871

DETAIL BERITA

gambar detail berita

IAKN Toraja Laksanakan Ibadah Akhir Pekan: “Mendengar, Menerima dan Melakukan Nasehat dalam Kerendahan Hati”

IAKN TORAJA
2025-08-28

Mengkendek, HUMAS IAKN Toraja ---- Mengakhiri Pekan Kerja minggu ini, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja menggelar ibadah akhir pekan yang dipimpin oleh Ferdi Sapan Alextian, M.Psi. sebagai Pelayan Firman, Liturgis oleh Aria Sandy Rante Ta'dung, SE., Pemain Musik oleh Yonathan Tonno, S.Th., dan Herdanti Rappanan, S.Pd. sebagai Kolektan.

Dalam khotbahnya, Ferdi Sapan Alextian, M.Psi. menyampaikan firman Tuhan dari Kitab Keluaran 18:13-26 dengan Tema “Mendengar, Menerima dan Melakukan Nasehat dalam Kerendahan Hati”. Beliau menekankan pentingnya kerendahan hati dalam menerima dan melaksanakan nasehat dari Tuhan atau sesama.

“Bapak/Ibu, ketika kita bergaul dengan orang lain, seringkali kehadiran atau nasehat dari mereka menjadi cermin bagi diri mengenai siapa atau bagaimana kita sebenarnya, yang pada akhirnya bisa membuat kita mengubah sikap atau perilaku kita menjadi lebih baik,” tuturnya.

Dalam Keluaran 18:13-26, Musa menerima nasehat dari mertuanya yakni Yitro, tentang bagaimana mengelola tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin bagi bangsa Israel. Yitro menyarankan kepada Musa agar mengangkat hakim-hakim untuk membantunya mengadili bangsa Israel, sehingga Musa tidak terlalu berat beban pekerjaannya, dimana Musa mengadili bangsa Israel dari pagi sampai petang dan ini sangat berat dilakukan seorang diri. Yitro yang sangat mengerti beban dan kelelahan Musa saat itu, ia langsung menasihati Musa untuk mengangkat hakim-hakim guna mengurangi bebannya (ay. 17-23). Musa mendengarkan nasihat mertuanya yang dapat mengoptimalkan pelayanannya (ay. 24). Ini merupakan suatu bukti akan kerendahan hati Musa sebagai seorang pemimpin.

“Respon Musa ini memberikan pelajaran bagi kita bahwa seorang pemimpin seharusnya memiliki kerendahan hati untuk menerima masukan atau nasehat dari orang lain. Namun tidak semua orang bisa menerima nasehat dari orang lain. Tetapi jika ada seseorang yang menasihati kita, terimalah dengan penuh kerendahan hati karena nasihat itu akan menolong kita bertumbuh, baik secara pribadi maupun dalam pelayanan yang sudah Tuhan percayakan kepada kita,” ujar Ferdi.

“Pada dasarnya kita adalah pemimpin, baik memimpin diri sendiri maupun bagi orang lain seperti dalam keluarga. Pemimpin yang baik ialah yang berintegritas; memberikan teladan yang baik; pemimpin yang mampu mendengar, menerima, dan melakukan nasehat dengan kerendahan hati seperti layaknya Musa (Keluaran 18:13-26). Yang membuat Musa hebat, bukan karena ia sempurna, melainkan karena ia berani bercermin dan menerima masukan. Pekerjaannya Musa tidak mudah, tetapi keberanian Musa melihat kelemahannya membuatnya membawa perubahan yang baik dalam kehidupannya. Jadi jika kita ingin maju dan bertumbuh, mari berani bercermin, mau mendengarkan dan menerima serta melakukan nasehat dengan kerendahan hati. Cermin terbaik kita adalah Kristus. Di dalam Dia, kita bisa melihat kelemahan kita tetapi juga harapan untuk bertumbuh. Karena itu, mari terus bercermin pada Firman Tuhan, menerima masukan dengan rendah hati agar kehidupan dan kehadiran kita di tengah keluarga, pelayanan terlebih di lingkungan kerja boleh menjadi kehidupan yang membawa berkat dan nama Tuhan dimuliakan.

 

 

 

 

 

Dokumentasi : Rusdin
Narasi : AR.