Mengkendek, Humas IAKN Toraja ---- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum Program Sarjana yang berlangsung pada tanggal 1 s.d 2 Desember 2025 di Aula IAKN Toraja, yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi, dosen serta tenaga kependidikan IAKN Toraja. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber kompeten yang memberikan wawasan baru terkait pendidikan, teologi, dan pengembangan pemikiran kritis dalam konteks kekristenan di era modern.
Dr. Frans Pantan, MA., M.Div., M.Th., D.Min. tampil sebagai narasumber dengan materi berjudul “Pendidikan Kristen yang Humanis dan Inklusif: Sebuah Kerangka Kerja untuk Transformasi Pembelajaran.” Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang berpusat pada peserta didik, mengedepankan nilai kemanusiaan, serta menghargai perbedaan sebagai bagian dari keberagaman ciptaan Tuhan. Beliau juga menyampaikan bahwa pendidikan Kristen masa kini harus mampu merangkul keberagaman, memberikan ruang dialog, dan membentuk peserta didik yang memiliki empati, karakter, serta kemampuan berpikir kritis.
Ia menegaskan bahwa pendekatan humanis dalam pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang utuh. “Pendidikan Kristen harus menjadi sarana transformasi, bukan hanya transfer pengetahuan. Pendidikan Kristen tidak boleh hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk manusia yang adil, peduli, empatik, dan terbuka terhadap dialog lintas budaya maupun kepercayaan, dan mampu hidup berdampingan di tengah pluralitas,” ungkapnya dalam sesi penyampaian materi. Dr. Frans juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pola pikir kritis dan kreatif sebagai bagian dari transformasi dunia pendidikan keagamaan.
Para peserta aktif berdiskusi mengenai implementasi model pendidikan inklusif di konteks lokal Toraja, khususnya terkait dinamika sosial-keagamaan dan kebutuhan pembaharuan metode pembelajaran di sekolah maupun gereja.
Sementara itu, nara sumber kedua ialah Dr. Gernaida Krisna R. Pakpahan, M.Th., D.Min. yang membawakan tema “Teologi Postkolonial.” Dalam paparannya, Dr. Gernaida menyoroti bagaimana teologi perlu dibaca dan dihidupi secara kontekstual, khususnya dalam menghadapi jejak sejarah kolonialisme yang masih terasa dalam struktur sosial, budaya, dan bahkan pola pikir berteologi. Dr. Pakpahan memaparkan bagaimana teologi postkolonial berupaya mengkritisi warisan kolonial yang masih tertanam dalam praktik dan pemahaman keagamaan. Ia mengajak peserta untuk membaca ulang teks-teks teologi dan Alkitab dari perspektif keadilan, pembebasan, dan kesadaran historis.
“Teologi postkolonial menantang kita untuk melihat kembali relasi kuasa yang tidak adil, baik dalam sejarah maupun dalam praktik bergereja saat ini. Ini bukan sekadar kajian akademis, tetapi sebuah undangan untuk membangun teologi yang lebih membebaskan dan relevan bagi konteks masyarakat kita,” jelasnya. Beliau juga menekankan bahwa pemikiran teologi yang membebaskan harus hadir sebagai praksis iman yang memberi dampak sosial.
Melalui kegiatan kuliah umum yang berlangsung selama dua hari ini, diharapkan mahasiswa IAKN Toraja semakin siap menghadapi tantangan akademik dan realitas sosial melalui pendidikan kritis, humanis, dan berbasis nilai-nilai iman yang transformative. IAKN Toraja juga terus berupaya memperkaya wawasan civitas akademika melalui dialog ilmiah dengan para pakar. Rektor IAKN Toraja menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya institusi untuk memperluas perspektif mahasiswa dalam menghadapi tantangan perubahan zaman.
Dokumentasi & Narasi : Rusdin
Editor : AR.