Rantetayo, Humas IAKN Toraja — Panggilan etis-spiritual untuk merawat keutuhan ciptaan (care for creation) dan memperkokoh persaudaraan insani mewujud dalam aksi nyata di Lembang Madandan, Kecamatan Rantetayo. Pada Rabu (22/7/2026), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja Kelompok 4 bersama mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar aksi kolaboratif pembersihan lingkungan berbasis kesadaran ekoteologis dan moderasi beragama.
Gerakan ini menempatkan kelestarian alam bukan semata sebagai isu kebersihan fisik, melainkan mandat penatalayanan (stewardship) kosmis yang diemban bersama oleh umat manusia melampaui batas-batas partikularitas dogmatis. Mahasiswa dari kedua perguruan tinggi keagamaan negeri ini melebur dalam satu kesatuan kerja menyusuri titik-titik ruang publik, pekarangan desa, dan aliran saluran air di Lembang Madandan.
Sejak pagi hari, para mahasiswa dari latar tradisi teologi Kristen dan Islam ini bahu-membahu memungut sampah anorganik, membersihkan drainase, serta merapikan semak belukar guna memulihkan keserasian ekologis desa. Perjumpaan di tapak pengabdian ini menghadirkan dialog karya yang sublim, di mana tanggung jawab memelihara bumi pertiwi diposisikan sebagai platform perjumpaan iman yang inklusif dan membebaskan.
Aksi gotong royong ekologis pada 22 Juli 2026 ini membuktikan bahwa moderasi beragama menemukan resonansi terdalamnya ketika diartikulasikan melalui pertobatan ekologis (ecological conversion). Kerja sama antara civitas akademika IAKN Toraja dan IAIN Parepare di tanah Toraja ini menjadi manifestasi riil bahwa ikatan kemanusiaan dan kepedulian terhadap kelestarian semesta mampu merajut kohesi sosial yang melampaui sekat-sekat keagamaan.
Dokumentasi : Mahasiswa KKNT
Narasi : Setblon
Editor : Rusdin & AR