2026-10-09
#Ekoteologi
#AstaProtas
#Akademik
#S1-MISI
Mengkendek, IAKN Toraja — Program Studi Misiologi pada Fakultas Teologi dan Sosiologi Kristen (FTSK), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja, menggelar Kuliah Umum pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, dengan peserta mengikuti kegiatan secara langsung di Ruang Pertemuan Pascasarjana Lantai 1 dan secara daring melalui Zoom Meeting.
Kuliah umum ini menghadirkan Pdt. Prof. Septemmy E. Lakawa, Th.D., Guru Besar Bidang Studi Misi dan Teologi Trauma dari Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta, sebagai narasumber. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Petrus Tiranda, M.Th., Dekan FTSK, Andarias Tandi Sitammu, M.Th., dosen, serta mahasiswa yang antusias mengikuti pembahasan mengenai tantangan misi Kristen di tengah krisis ekologis global.
Dalam pemaparannya mengenai misi dan trauma ekologis, Prof. Septemmy menyoroti kondisi bumi yang menghadapi krisis ekologis serius, kedaruratan iklim, hingga ancaman kehancuran ekologis. Menurutnya, dampak krisis tersebut tidak hanya terlihat pada kerusakan lingkungan fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis dan kehidupan sosial manusia.
Salah satu dampak yang menjadi perhatian ialah eco-anxiety atau kecemasan ekologis, yakni perasaan cemas dan khawatir yang muncul akibat kesadaran terhadap krisis lingkungan serta ketidakpastian masa depan bumi. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan ekologis tidak dapat dipisahkan dari pengalaman, kesejahteraan, dan kehidupan manusia secara menyeluruh.
Prof. Septemmy menekankan pentingnya komunitas Kristen merespons persoalan tersebut secara kritis dan teologis dengan memahami keterhubungan antara tubuh bumi, tubuh manusia, tubuh gereja, dan tubuh alam semesta. Perspektif ini mengajak gereja untuk tidak memandang krisis ekologis semata-mata sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai persoalan kemanusiaan dan tanggung jawab iman.
Lebih lanjut, ia mendorong komunitas pendidikan teologi untuk bertransformasi menjadi komunitas “ekomanusia”, yaitu komunitas misional yang menyadari keterkaitan kehidupan manusia dengan seluruh ciptaan serta terlibat aktif dalam gerakan pemulihan trauma ekologis. Dengan demikian, pendidikan teologi diharapkan tidak berhenti pada pengembangan wacana akademik, tetapi turut menghasilkan tindakan nyata bagi pemulihan relasi manusia dengan alam.
Kuliah umum berlangsung interaktif melalui sesi diskusi. Peserta, baik yang hadir secara langsung maupun daring, memperoleh kesempatan untuk mendalami materi serta merefleksikan relevansinya bagi pelayanan gereja dan kehidupan masyarakat di tengah meningkatnya tantangan ekologis.
Melalui kegiatan ini, Prodi Misiologi FTSK IAKN Toraja berharap kesadaran ekologis civitas akademika semakin berkembang dan terintegrasi dalam pemikiran teologis, pendidikan, serta praktik pelayanan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen IAKN Toraja dalam mendorong pendidikan teologi yang responsif terhadap persoalan aktual dan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi keberlanjutan kehidupan.
Misi tidak hanya berbicara tentang manusia, tetapi juga tentang tanggung jawab bersama untuk merawat bumi dan memulihkan kehidupan seluruh ciptaan.
Dokumentasi & Narasi: Prodi Misiologi
Editor Naskah : AR.
Editor Gambar : Rusdin