Mengkendek – Dalam rangka menambah pengetahuan Dosen, Tenaga Kependidikan, dan Mahasiswa mengenai konseling untuk penyintas percobaan bunuh diri, maka Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja melaksanakan Round Table Discussion Program Sarjana IAKN Toraja Tahun 2023. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Aula Pascasarjana, Rabu (28/06/2023).
Round Table Discussion ini diikuti oleh 40 orang baik Dosen IAKN Toraja, Dosen STT Kibaid, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa Program Sarjana serta Program Pascasarjana IAKN Toraja. Kegiatan ini mengusung tema atau topik “Counseling for Suicide Survivors”.
Kegiatan ini diawali dengan Doa yang dipimpin oleh Ibu Violetta Emeraldin Siahaan, B.CM., kemudian dilanjutkan dengan acara Nasional yang dipandu oleh Ibu Desti Samarenna, M.Th. Setelah itu dilanjutkan dengan laporan panitia yang dalam hal ini disampaikan oleh Bapak Ferdi Sapan Alextian, M.Psi. selaku ketua panitia.
Dalam laporannya, Bapak Ferdi menyampaikan bahwa pemateri pada kegiatan ini ialah pemateri pada kegiatan Seminar Nasional yang akan berlangsung pada tanggal 30 Juni 2023. “Kita menggunakan peluang ini untuk melaksanakan kegiatan Round Table Discussion karena Pemateri ini merupakan orang-orang yang ahli dalam bidang sesuai dengan Topik yang kita angkat yakni “Suicide atauh Bunuh diri”. Mereka berasal dari kampus API (Asian Pastoral Institute), Singapore,” katanya.
“Kegiatan ini dilaksanakan juga karena melihat pergumulan kita di Toraja terkait kasus bunuh diri. Pada Tahun 2019 sampai Tahun 2022, kita melihat ada banyak kasus bunuh diri namun masyarakat belum sadar betul dan wawasan masih kurang akan bagaimana menolong sesama yang memiliki pergumulan-pergumulan ataupun bagi mereka yang telah mencoba melakukan bunuh diri. Oleh karena itu, IAKN Toraja mengambil inisiatif bagaimana membantu orang-orang untuk memiliki kesdaran dan wawasan akan hal tersebut melalui kegiatan ini, sehingga peserta kegiatan ini selain berwawasan juga berpartisipasi dalam penanganan masalah tersebut,” pungkas Bapak Ferdi.
“Melalui kegitan ini, kita memfasilitasi Bapak/Ibu peserta yang hadir pada saat ini dengan kegiatan Round Table Discussion dengan topik Navigating Suicide Management: Insights from Singapore’s Community and Hospital Programmes. Jadi dengan kegiatan ini diharapkan akan terbangunnya pemahaman dan kepedulian peserta baik Dosen, Para Pendeta, Tenaga Kependidikan maupun Mahasiswa IAKN Toraja ataupun masyarakat umum mengenai pentingnya penanganan terhadap orang yang perna melakukan percobaan bunuh diri sehingga mereka nantinya bisa kembali produktif. Selain itu, para peserta juga diharapkan akan adanya peningkatan kesadaran peserta untuk terlibat dalam pelayanan konseling terhadap orang yang perna melakukan percobaan bunuh diri,” tutur Bapak Ferdi dalam mengakhiri laporannya selaku ketua panitia.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor IAKN Toraja, Bapak Dr. Joni Tapingku, M.Th. Sebelum membuka kegiatan, beliau terlebih dahulu menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau pertama-tama menyapa para pemateri pada kegiatan ini. “Selamat datang di Toraja secara khusus di IAKN Toraja bagi Bapak/Ibu Pemateri pada kegiatan ini, selamat menikmati alam dan suasana Toraja, dan inilah keadaan kami di IAKN Toraja, ucapnya.
“Kita sebenarnya libur dan cuti bersama, namun ada kegiatan hari ini, besok dan lusa. Jadi terima kasih atas kehadiran kita untuk mengikuti kegiatan saat ini meskipun dilaksanakan di hari libur. Ada satu hal yang menarik muncul dalam pikiran saya dimana topik yang akan dibahas pada saat ini menjadi topik penelitian kami yakni menyangkut soal bunuh diri yang terjadi di beberapa tempat. Yang kami temukan ialah lebih banyak mengenai masalah pribadi,” ungkapnya.
“Melalui kegiatan dan dengan adanya topik ini, kita berharap nantinya kita akan memperoleh apa yang menyebabkan terjadinya peristiwa bunuh diri itu. Kita bersyukur dengan adanya Tim dari Singapura ini akan mencoba memberikan kita pandangan dan diharapkan kita menjadi navigator bagi anggota-anggota keluarga yang menghadapi permasalahan seperti bunuh diri. Kita juga diharapkan untuk menjadi pemandu, pembimbing, dan penolong bagi mereka yang mengalami pergumulan-pergumulan terutama akan hal bunuh diri,” tutur Bapak Joni Tapingku.
Adapun pemateri pada kegiatan ini ialah Tim dari kampus API (Asian Pastoral Institute), Singapore yakni Ibu Dr. Lam Swee Sum, Bapak Dr. Gabriel H. Jacob, dan Bapak Dr. Matthew Lim S.M. Sementara yang menjadi Moderator yakni Bapak Salmon Pamantung, Ph.D. dan pemandu acara yakni Ibu Tri Oktavia Hartati Silaban, Ph.D.