IAKN Toraja ---- Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) sukses menyelenggarakan Pelatihan Penggerak Moderasi Beragama dan Internasisasi Ekoteologi Tahun 2025 pada 19 s.d 25 November 2025 di Tulungagung. Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama dengan program Non-Degree Scholarship Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan menghadirkan peserta dari berbagai lembaga pendidikan keagamaan dan unit kerja Kementerian Agama di seluruh Indonesia.
Salah satu program prioritas Utama Kementerian Agama tahun 2025 adalah penguatan Ekoteologi yaitu mendorong praktik keagamaan yang selaras dengan isu lingkungan. Menteri Agama Republik Indonesia terus menyuarakan bahwa moderasi beragama bukan hanya tentang toleransi beragama, tetapi juga mencakup keseimbangan dalam mengelola dan memelihara alam. Hal ini sekaitan dengan sembilan kata kunci moderasi beragama yaitu: kemanusiaan, kemaslahatan umum, adil, berimbang, taat konstitusi, komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penghormatan kepada tradisi. Dari kesembilan kata kunci tersebut Ekoteologi harus berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan, kemaslahatan umum, berimbang dan keadilan ekoteologi, ini merupakan bagian materi yang disampaikan oleh Dr. H. Sholehuddin dalam kegiatan Moderasi Beragama dan internalisasi Ekoteologi yang diselenggarakan oleh PUSPENMA Kementerian Agama tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, IAKN Toraja turut berpartisipasi dengan mengutus salah satu dosen Program Studi Teologi, Tri Oktavia Hartati Silaban, Ph.D. Kehadiran beliau menjadi bentuk kontribusi kampus dalam mendukung program nasional moderasi beragama yang berbasis keberagaman, inklusivitas, dan ekoteologi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung, yang buka secara resmi oleh Rektor UIN SATU Tulungagung Prof. Dr. Abd Aziz, M.PD. I dan dihadiri oleh para wakil rektor UIN SATU Tulungagung.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang kompeten di bidang moderasi beragama dan kajian keagamaan kontemporer, di antaranya: Prof. Dr. Syamsun Niam, M.Ag, Dr. Ruchman Basori, M.Pd, Prof. Dr. Ngainum Naim, MHI, Dr. Marzuki Wahid, Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag dan Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdani, S.TP, M.T.
Salah satu sesi yang menjadi perhatian peserta yaitu materi berjudul “Sketsa Kehidupan Beragama di Indonesia” yang dibawakan oleh Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdani, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI. Dalam pemaparannya, Prof. Ali Ramdani menegaskan bahwa moderasi beragama bukanlah upaya untuk menyeragamkan keyakinan, tetapi membangun ruang keberagaman yang harmonis, adil, dan saling menghargai.
Dalam kegiatan ini, peserta yang terdiri dari 60 orang berasal dari berbagai daerah, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, Gorontalo, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan. Salah satu peserta dari Sulawesi Selatan yaitu Tri Oktavia Hartati Silaban, Ph.D yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Teologi dan Sosiologi Kristen (FTSK) IAKN Toraja. Peserta juga belajar tentang moderasi beragama dan ekoteologi diluar ruangan yaitu kunjungan dan observasi ke pesantren Lirboyo di Kediri. Pesantren Lirboyo melibatkan para santri yang terdiri dari 40.000 santri untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan mengumpulkan sampah-sampah botol-botol maupun kardus-kardus bekas dan memilah-milahnya untuk dijual kembali serta menghasilkan uang.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, IAKN Toraja berkomitmen terus mendukung program nasional penguatan moderasi beragama dan ekoteologi, pengembangan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan agen perubahan di lingkungan akademik dan masyarakat yang mampu mempraktikkan nilai toleransi, merawat keberagaman, serta memperjuangkan keadilan ekologis sebagai bagian dari spiritualitas beragama.
Dokumentasi & Narasi : Tri O. H. Silaban
Editor : AR.