Loading...
Jl. Poros Makale Makassar No.Km. 11, Kec. Mengkendek, Kab. Tana Toraja, Sulawesi Selatan 91871

DETAIL BERITA

gambar detail berita

SEMINAR NASIONAL FTSK IAKN TORAJA

FTSK
2023-06-30

Mengkendek – Fakultas Teologi dan Sosiologi Kristen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja menyelenggarakan Seminar Nasional dengan mengusung Tema: “Kesehatan Mental, Budaya, Agama, dan Spiritualitas di Era Digital” yang dilaksanakan hari ini Jumat, 30 Juni 2023. 

Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Samadi “Siporannu” Ge’tengan, Tana Toraja yang dibuka secara langsung oleh Rektor IAKN Toraja, Bapak Dr. Joni Tapingku, M.Th.

Sebagai sebuah bentuk kemitraan antara IAKN Toraja dalam hal ini Fakultas Teologi dan Sosiologi Kristen dengan AKPIN (Asosiasi Konselor Pastoral Indonesia), maka dilaksanakanlah kegiatan ini yakni Seminar Nasional 5 Asosiasi Konselor Psikospiritual Indonesia Kemitraan dengan IAKN Toraja. Adapun kegiatan ini diikuti oleh peserta 250 orang baik yang mengikuti secara online maupun onsite. Kegiatan ini dipandu oleh Ibu Trisnawadi Darius, M.Th. selaku pembawa acara.

Kegiatan ini diawali dengan Ibadah yang dipimpin oleh salah seorang Panitia dari AKPIN yakni Pdt. Wanda Yuardana, S.Th. dengan perikop pembacaan dari Kitab 1 Raja-raja 17:7-24.

Adapun pemateri pada kegiatan Seminar Nasional ini ialah :

1. Bapak Dr. Paulus H. Santosa, M.P.H. yang membawakan materi tentang “Perspektif Kesehatan Masyarakat, Indonesia –Australia Context”. Untuk materi sesi pertama ini dipandu oleh Moderator yakni Bapak Ferdi Sapan Alextian, M.Psi.

2. Pemateri pada sesi kedua ialah Tim dari kampus API (Asian Pastoral Institute), Singapore yakni Ibu Dr. Lam Swee Sum, Bapak Dr. Gabriel H. Jacob, dan Bapak Dr. Matthew Lim S.M. Mereka menyampaikan materi mengenai “Perspektif Integrasi Psikoterapi dan Spiritualitas, South East Asia Context”.  Sementara yang menjadi Moderator pada sesi kedua ini ialah Ibu Ascteria Paya Rombe, M.Th.

3. Kemudian untuk pemaparan materi pada sesi ketiga dipandu oleh Moderator yakni Bapak Simon Petrus, S.Pd.K., M.Ag. Pemateri pada sesi ketiga ini yakni Bapak dr. Mahar Agusno, Sp.K.J., dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada Yogyakarta, yang membawakan materi tentang “Perspektif Kesehatan Jiwa, Indonesia Context” dan pemateri yang kedua yakni Bapak Pdt. Yonan Tadhius, S.Th., M.A. in Counseling. Beliau merupakan Direktur Komisi Konseling, Gereja Toraja, yang menyampaikan materi mengenai “Perspektif Konseling Psikospiritual, Tana Toraja Context”. 

“Bunuh diri adalah masalah kesehatan masyarakat dan kemanusiaan yang serius, termasuk salah satu penyebab kecacatan dan kematian yang utama dibanyak Negara. Bunuh diri dapat dicegah (preventable) melalui intervensi yang murah, ilmiah dan tepat waktu,” tutur Bapak Dr. Paulus H. Santosa dalam penyajian materi yang disampaikan.

“Dalam bidang kesehatan, teknologi digital sangat membantu mendiagnosis penyakit, sehingga terapi bisa lebih tepat dan bisa menekan angka kesakitan serta memperpanjang harapan hidup. Teknologi digital mewarnai kegiatan psikoedukasi, sosial budaya dan spiritual yang selanjutnya bisa mempengaruhi kesehatan mental. Dampak negatif teknologi digital pada kesehatan mental yakni adanya peningkatan isolasi dan penurunan interaksi social, merasakan lebih banyak interaksi negatif yang menyebabkan kecemasan dan depresi, mengalami gangguan tidur dan penurunan aktivitas, mengakibatkan kecanduan teknologi digital pada seseorang, dan menyebabkan seseorang bisa mengalami permasalahn kesehatan jiwa seperti tidak percaya diri,” ungkap Bapak dr. Mahar Agusno, pada pemaparan materinya.

Kemudian Bapak Pdt. Yonan  Tadhius pada penyampaian materinya, beliau menyampaikan bahwa  perkembangan Ilmu Konseling yang telah menghadirkan professionalism dengan requirements yang begitu banyak telah menghasilkan kehadiran pelayanan konseling yang tidak mungkin lagi dilakukan orang-orang lain yang tidak secara khusus belajar dalam “degree” program konseling. Pelayanan Konseling di Gereja merupakan bagian integral dari pastoral ministry yang seharusnya dilakukan dengan cara disiplin dan skilled way. Fakta menunjukkan bahwa berbagai  problematika dihadapi oleh jemaat yang berdampak pada Kesehatan Rohani mereka serta membutuhkan pemulihan. Konseling dapat menjadi sarana yang digunakan gembala/pastor sebagai “jembatan” dalam pelayanan pastoral. Dan Integrasi Konseling dan pelayanan pastoral di gereja bermuara pada UT OMNES UNUM SIN, untuk itu gereja harus rela terbuka, objektif dan mau belajar konseling.

Berikut Link Youtube: https://youtube.com/live/KAH3SMvRdOo?feature=share