Mamasa, Humas IAKN Toraja — Semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama terpancar nyata di Desa Rippung, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa. Pada Senin (6/7/2026), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 20 menggelar aksi bakti sosial (baksos) lintas agama dengan membersihkan sejumlah rumah ibadah, termasuk masjid dan gereja di wilayah setempat.
Aksi yang diinisiasi oleh 10 mahasiswa ini menjadi langkah konkret dalam menggaungkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat pedesaan. Sejak pagi hari, para mahasiswa yang terdiri dari Misrain Silele, Rindi Antika, Monica Irawanti, Astin Riri', Palma Pasolang, Rezky Valentina, Stevia Mangalik, Johan, Mery, dan Reilianti Randan telah berbagi tugas dengan penuh antusias.
Tanpa memandang sekat keyakinan, mereka bahu-membahu menyapu halaman, mengepel lantai ruang ibadah, merapikan fasilitas tempat wudu, hingga membersihkan area sekitar bangunan masjid dan gereja bersama warga desa yang menyambut hangat inisiatif tersebut.
Misrain Silele, selaku Koordinator Kelompok KKN-T 20 Desa Rippung, menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang untuk merawat rajutan keberagaman melalui kerja nyata di lapangan.
"Moderasi beragama tidak cukup hanya dibahas dalam teori atau seminar, melainkan harus dipraktikkan langsung. Melalui aksi bersih-bersih rumah ibadah ini, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap fasilitas ibadah sesama adalah wujud persaudaraan kemanusiaan tanpa membedakan agama," ujar Misrain di sela-sela kegiatan.
Inisiatif positif mahasiswa KKN-T ini mendapat apresiasi tinggi dari para tokoh dan masyarakat Desa Rippung. Tokoh masyarakat setempat mengungkapkan rasa bangga atas kehadiran mahasiswa yang membawa angin segar kerukunan di desanya.
"Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik kepedulian adik-adik mahasiswa. Melihat anak-anak muda dengan berbagai latar belakang bersama-sama membersihkan masjid dan gereja menjadi teladan yang sangat indah bagi masyarakat kami. Ini menunjukkan bahwa nilai gotong royong dan toleransi di Desa Rippung tetap terjaga erat," tutur salah seorang tokoh masyarakat Desa Rippung.
Kegiatan ini membuktikan bahwa perbedaan keyakinan justru menjadi ruang kolaborasi sosial untuk merawat keharmonisan. Aksi bakti sosial yang berlangsung hingga siang hari tersebut ditutup dengan dialog hangat dan santap bersama antara mahasiswa dan warga desa.
Dokumentasi : Mahasiswa KKN-T
Penulis : Setblon
Editor : Rusdin & AR