Mengkendek, Humas IAKN Toraja – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja kembali melaksanakan apel pagi yang diikuti sekitar 50 tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di halaman Gedung Pascasarjana, Senin (27/7/2026). Apel dipimpin oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK), Djidon Lamba, Ph.D., yang menyampaikan sejumlah arahan strategis terkait peningkatan kinerja, persiapan akreditasi, dan penguatan integritas aparatur sipil negara (ASN).
Mengawali amanatnya, Djidon Lamba mengajak seluruh peserta apel untuk mengawali aktivitas dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas penyertaan-Nya sehingga berbagai agenda akademik yang telah dilaksanakan dalam sepekan terakhir dapat berjalan dengan baik.
Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan berbagai kegiatan akademik, termasuk proses penyelesaian dan penginputan nilai mahasiswa yang telah dirampungkan sesuai jadwal. Ia berharap seluruh proses administrasi akademik dapat terus dipertahankan dengan baik sehingga tidak menimbulkan kendala pada tahapan akademik berikutnya.
Selain evaluasi akademik, perhatian utama juga diarahkan pada persiapan reakreditasi institusi dan program studi yang akan menjadi agenda strategis IAKN Toraja. Menurutnya, keberhasilan proses akreditasi memerlukan komitmen bersama seluruh civitas akademika. "Persiapan akreditasi membutuhkan antisipasi, partisipasi, dan kerja sama dari seluruh unit kerja. Setiap unsur memiliki peran penting dalam menghadirkan data, dokumen, dan eviden yang menunjukkan kualitas tata kelola serta pelaksanaan tridarma perguruan tinggi," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, pembina apel juga menyampaikan mengenai pentingnya membangun budaya integritas di lingkungan kampus melalui pemahaman yang benar terhadap ketentuan mengenai gratifikasi. Ia mengingatkan tentang gratifikasi bahwa setiap pegawai memiliki tanggung jawab untuk mencegah, mengendalikan, dan menangani segala bentuk pemberian yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan atau bertentangan dengan jabatan yang diemban.
Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi lanjutan terkait pengendalian gratifikasi, termasuk memanfaatkan pengalaman pimpinan/pegawai yang telah mengikuti pelatihan antikorupsi untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada seluruh pegawai. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah kesalahpahaman sekaligus memperkuat budaya kerja yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Melalui apel pagi ini, IAKN Toraja kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang disiplin, berintegritas, dan berorientasi pada mutu. Semangat kebersamaan seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan menjadi modal penting dalam mendukung peningkatan kualitas layanan akademik, keberhasilan proses akreditasi, serta terwujudnya tata kelola perguruan tinggi yang unggul dan akuntabel.
Dokumentasi : Rusdin
Narasi : AR.