Loading...
Jl. Poros Makale Makassar No.Km. 11, Kec. Mengkendek, Kab. Tana Toraja, Sulawesi Selatan 91871

DETAIL BERITA

gambar detail berita

Dari Kelas ke Panggung Budaya: Mahasiswa IAKN Toraja Tampilkan Seni dan Tradisi Toraja dalam Ujian Akhir Semester

S1 BKK
2026-06-06

Bagikan berita

Mengkendek, Humas IAKN Toraja – Suasana berbeda tampak dalam pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Adat dan Kebudayaan Toraja pada Program Studi Bimbingan dan Konseling Kristen (BKK), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja. Jika umumnya ujian dilaksanakan dalam bentuk tes tertulis, kali ini mahasiswa menampilkan berbagai seni dan tradisi budaya Toraja sebagai bentuk evaluasi pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan menyenangkan, Sbutu (06/6/2026).


Kegiatan yang diampu oleh Bartolomius Budi, S.Pd., M.Th. ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menunjukkan pemahaman mereka terhadap nilai-nilai adat dan budaya Toraja melalui penampilan budaya secara individu maupun kelompok. Berbagai kesenian dan tradisi Toraja ditampilkan, di antaranya Ma'gellu', Ma'parapa', Gora-Gora Tongkon, Sikarume-rume, Silonde-londe Tomangngura, serta sejumlah bentuk ekspresi budaya lainnya yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat Toraja.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari budaya Toraja secara teoritis di dalam kelas, tetapi juga menghayati makna, nilai, dan filosofi yang terkandung dalam setiap tradisi yang ditampilkan. Proses pembelajaran menjadi lebih hidup karena mahasiswa terlibat langsung dalam persiapan, latihan, hingga pementasan budaya yang menjadi bagian dari ujian akhir semester.


Dosen pengampu mata kuliah, Bartolomius Budi, S.Pd., M.Th., menjelaskan bahwa model evaluasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna sekaligus menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian budaya lokal.


“Budaya tidak cukup hanya dipelajari melalui buku atau teori di kelas. Mahasiswa perlu mengalami, mempraktikkan, dan merefleksikan nilai-nilai budaya tersebut agar tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab untuk melestarikannya. Melalui ujian berbasis pertunjukan budaya ini, mahasiswa belajar secara aktif sekaligus berkontribusi dalam menjaga warisan budaya Toraja,” ujarnya.


Pelaksanaan UAS ini juga menjadi sarana pengembangan berbagai kompetensi mahasiswa, seperti kemampuan bekerja sama, komunikasi, kreativitas, kepemimpinan, dan apresiasi terhadap keberagaman budaya. Selain itu, kegiatan ini memperlihatkan bahwa proses pembelajaran dapat berlangsung secara menyenangkan tanpa mengurangi esensi akademik yang ingin dicapai.


Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Setiap kelompok berupaya menampilkan pertunjukan terbaik dengan memperhatikan unsur gerak, makna budaya, kostum, serta penjelasan mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi yang dipentaskan. Penampilan yang beragam tersebut menciptakan suasana akademik yang penuh semangat sekaligus menjadi ruang apresiasi terhadap kekayaan budaya Toraja.


Kegiatan ini sejalan dengan upaya IAKN Toraja dalam mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat dan sumber pembelajaran yang relevan bagi generasi muda. Melalui pembelajaran berbasis budaya, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi insan akademis yang unggul, tetapi juga menjadi agen pelestari budaya yang mampu meneruskan nilai-nilai luhur warisan leluhur kepada masyarakat luas.


Dengan mengusung semangat “dari kelas ke panggung budaya”, pelaksanaan Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Adat dan Kebudayaan Toraja membuktikan bahwa ruang akademik dapat menjadi wadah yang efektif untuk merawat, mengembangkan, dan mewariskan kekayaan budaya Toraja kepada generasi masa depan.

 

Dokumentasi : Prodi BKK

Penulis & Editor : Rusdin