Mengkendek, Humas IAKN Toraja – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja kembali menyelenggarakan Ibadah Akhir Pekan yang berlangsung khidmat pada Kamis (30/7/2026). Ibadah yang diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan ini menjadi momentum untuk memperkuat kehidupan spiritual sekaligus merefleksikan panggilan pelayanan di tengah aktivitas akademik yang dinamis.
Pelayanan firman dibawakan oleh Merlin Brenda Angeline Lumintang, S.Si.(Teol)., M.Th., dengan mengangkat tema "Keseimbangan Kasih dan Etika dalam Bekerja" yang didasarkan pada Injil Lukas 10:38–42, kisah tentang Maria dan Marta.
Dalam penyampaiannya, Merlin mengajak seluruh civitas akademika untuk melihat kisah Maria dan Marta dari sudut pandang yang lebih utuh. Menurutnya, selama ini kedua tokoh tersebut sering diposisikan secara bertolak belakang, seolah-olah Maria mewakili kehidupan rohani, sedangkan Marta hanya sibuk dengan pekerjaan duniawi. Padahal, keduanya sama-sama menunjukkan kasih dan kesetiaan dalam melayani Tuhan.
Ia menjelaskan bahwa Marta merupakan sosok yang memiliki etos kerja tinggi, pekerja keras, penuh keramahan, serta berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada Tuhan Yesus dan para murid-Nya. Namun, yang menjadi teguran Yesus bukanlah kesibukan Marta, melainkan kekhawatiran, kecemasan, dan rasa frustrasi yang menguasai hatinya sehingga mengaburkan sukacita dalam melayani.
Pesan tersebut dinilai sangat relevan dengan kehidupan para dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan perguruan tinggi yang setiap hari dihadapkan pada berbagai tuntutan pekerjaan, mulai dari penyelesaian administrasi akademik, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, hingga berbagai tanggung jawab kelembagaan.
Merlin menegaskan bahwa tekanan pekerjaan merupakan hal yang wajar, bahkan dalam batas tertentu dapat menjadi motivasi untuk bekerja lebih kreatif dan produktif. Namun, ia mengingatkan agar setiap insan akademik tidak membiarkan rasa cemas dan tekanan tersebut menguasai hati hingga kehilangan kesadaran akan penyertaan Tuhan dalam setiap pelayanan yang dilakukan.
"Tuhan Yesus tidak menegur Marta karena ia bekerja keras. Yang ditegur adalah ketika rasa khawatir mengambil alih hati dan pikirannya. Karena itu, kita dipanggil untuk bekerja dengan penuh dedikasi, tetapi tetap memberi ruang bagi Tuhan hadir dalam setiap aktivitas kita," ungkapnya.
Melalui refleksi firman Tuhan ini, seluruh civitas akademika IAKN Toraja diajak membangun keseimbangan antara profesionalisme dalam bekerja dengan kehidupan spiritual yang sehat. Etika kerja, semangat melayani, keramahan, dan tanggung jawab perlu terus dipelihara, namun harus berjalan seiring dengan ketenangan hati, pengelolaan emosi yang baik, serta kepekaan akan kehadiran Tuhan dalam setiap proses pelayanan.
Ibadah Akhir Pekan ini menjadi pengingat bahwa pelayanan di lingkungan perguruan tinggi bukan sekadar menjalankan rutinitas pekerjaan, melainkan bagian dari panggilan iman untuk menghadirkan kasih Tuhan melalui dedikasi, integritas, dan pelayanan yang tulus. Dengan semangat tersebut, IAKN Toraja terus berkomitmen membangun budaya kerja yang profesional, berkarakter Kristiani, serta berlandaskan nilai-nilai kasih dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul dan berdampak bagi masyarakat.
Dokumentasi : Rusdin
Narasi : AR.