Rantepao, Humas IAKN Toraja – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja terus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan audiensi bersama Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja yang berlangsung di Kantor BPS Gereja Toraja, Kabupaten Toraja Utara, pada Rabu (29/07/2026).
Audiensi ini dilaksanakan sebagai bagian dari proses pemutakhiran Visi, Misi, serta Kurikulum pada empat Program Studi di Fakultas Teologi dan Sosiologi Kristen (FTSK), yaitu Program Studi Teologi, Pastoral Konseling, Misiologi, dan Sosiologi Agama. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan strategis antara IAKN Toraja dan Gereja Toraja dalam pengembangan pendidikan tinggi keagamaan.
Mengawali pertemuan, jajaran pimpinan IAKN Toraja menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja Periode 2026–2031 yang baru. IAKN Toraja berharap kepemimpinan yang baru dapat semakin mempererat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan Gereja Toraja dalam mendukung pelayanan, pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, pihak IAKN Toraja juga menyampaikan maksud dan tujuan audiensi, yakni menghadirkan BPS Gereja Toraja sebagai stakeholder utama dalam proses penyusunan dan pemutakhiran visi, misi, serta kurikulum keempat program studi di FTSK. Masukan dari Gereja Toraja dinilai sangat penting agar arah pengembangan kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan gereja, masyarakat, serta perkembangan pelayanan dan dinamika sosial yang terus berubah.
Diskusi berlangsung secara konstruktif dengan membahas berbagai aspek penguatan kompetensi lulusan, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan pemangku kepentingan, serta pentingnya penyelarasan antara dunia akademik dan pelayanan gerejawi. Melalui keterlibatan langsung stakeholder, diharapkan kurikulum yang disusun mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, spiritualitas, karakter, dan kapasitas pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Selain membahas pemutakhiran kurikulum, kedua belah pihak juga berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai program strategis lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi gereja dan masyarakat luas.
Audiensi tersebut dihadiri oleh Ketua Umum BPS Gereja Toraja, Pdt. Dr. Alfred Y. R. Anggui, M.Th., didampingi Ketua I BPS Gereja Toraja, Pdt. Senianti Padda', S.Th., M.Pd.K.
Sementara itu, dari pihak IAKN Toraja hadir Rektor, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dekan Fakultas Budaya dan Kepemimpinan Kristen, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen, Plt. Kepala Biro AUAK/Kepala Bagian Tata Usaha FTSK, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan FTSK, Ketua dan Sekretaris Jurusan Teologi, serta Sekretaris Jurusan Ilmu Sosial Keagamaan.
Melalui audiensi ini, IAKN Toraja kembali menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola akademik yang partisipatif dengan melibatkan para pemangku kepentingan. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang adaptif, relevan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan, sekaligus memperkuat kontribusi IAKN Toraja dalam melayani gereja, masyarakat, dan pembangunan bangsa.
Dokumentasi : FTSK
Narasi : AR.