Mengkendek, IAKN Toraja – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja kembali melaksanakan Ibadah Akhir Pekan pada Kamis (6/8/2026) yang diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari pembinaan spiritual civitas akademika. Ibadah yang berlangsung dengan penuh khidmat ini dipimpin oleh Salmon Pamantung, Ph.D., yang menyampaikan firman Tuhan dari 1 Petrus 4:8–10 dengan tema “Out of the Box.”
Dalam khotbahnya, Salmon Pamantung mengajak seluruh civitas akademika untuk memahami makna out of the box sebagai sikap berani keluar dari pola pikir dan kebiasaan yang lazim demi menghadirkan pelayanan yang lebih bermakna. Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya relevan dalam dunia kerja dan kepemimpinan, tetapi juga merupakan panggilan iman yang tercermin dalam nasihat Rasul Petrus kepada orang-orang percaya.
Ia menjelaskan bahwa dalam surat 1 Petrus, umat percaya yang sedang menghadapi penderitaan dan penganiayaan justru dinasihatkan untuk tetap mengasihi dengan sungguh-sungguh, menunjukkan keramahan (hospitality), serta melayani sesama dengan karunia yang telah dianugerahkan Allah. Sikap demikian merupakan bentuk nyata kehidupan yang "out of the box", karena bertolak belakang dengan kecenderungan manusia untuk membalas kebencian dengan kebencian. "Tetap mengasihi ketika menghadapi tekanan, tetap memberi tumpangan ketika menjadi pendatang, dan tetap melayani di tengah kesulitan merupakan bentuk iman yang melampaui kebiasaan manusia. Itulah kehidupan yang out of the box," ungkapnya.
Dalam refleksinya, Salmon Pamantung juga mengaitkan pesan firman Tuhan dengan kehidupan di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, IAKN Toraja sebagai ruang publik pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab untuk terus membangun budaya akademik yang mencerminkan nilai-nilai moderasi beragama, kemanusiaan, keadilan, persaudaraan, dan pelayanan.
Ia menekankan bahwa setiap unsur di lingkungan kampus hendaknya tidak hanya memahami struktur organisasi sebagai pembagian tugas semata, tetapi melihatnya sebagai support system yang saling menguatkan demi tercapainya tujuan bersama. "Organisasi akan bertumbuh apabila setiap orang saling mendukung. Dukungan itu dapat diwujudkan melalui kata-kata yang membangun, kesediaan mendengarkan, kebersamaan dalam menghadapi tantangan, tindakan nyata membantu sesama, hingga memberikan apresiasi atas kinerja rekan kerja," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa budaya kerja yang sehat akan melahirkan semangat bekerja, menjaga kesehatan mental, serta meningkatkan produktivitas organisasi. Oleh karena itu, setiap civitas akademika diajak membangun relasi yang tidak hanya sebatas rekan kerja, tetapi juga sebagai sahabat yang saling menopang dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Mengakhiri khotbahnya, Salmon Pamantung mengajak seluruh peserta untuk menghidupi tiga nilai utama yang menjadi pesan Rasul Petrus, yakni memiliki belas kasih (compassion), membangun keramahan (hospitality), serta melayani dengan karunia yang telah dipercayakan Tuhan (share and serve God's gifts). Seluruh pelayanan tersebut, lanjutnya, hendaknya dilakukan dengan sepenuh hati sebagaimana firman Tuhan dalam Kolose 3:23, "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."
Pelaksanaan Ibadah Akhir Pekan ini kembali menegaskan komitmen IAKN Toraja dalam membangun keseimbangan antara penguatan spiritualitas dan profesionalisme. Melalui pembinaan rohani yang berkelanjutan, diharapkan seluruh sivitas akademika semakin mampu menghadirkan budaya kerja yang kolaboratif, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan yang membawa dampak positif bagi gereja, masyarakat, bangsa, dan negara.
Dokumentasi : Rusdin
Narasi : AR.