Loading...
Jl. Poros Makale Makassar No.Km. 11, Kec. Mengkendek, Kab. Tana Toraja, Sulawesi Selatan 91871

DETAIL BERITA

gambar detail berita

Ibadah Akhir Pekan IAKN Toraja: Membangun Keterbukaan, Menghadirkan Pemulihan

2026-10-29

Bagikan berita

Mengkendek, IAKN Toraja — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja melaksanakan Ibadah Akhir Pekan pada Kamis, 29 Oktober 2026, bertempat di Lobby Lantai 1 Gedung Rektorat IAKN Toraja. Ibadah dipimpin oleh Desti Samarenna, M.Th., yang menyampaikan firman Tuhan berdasarkan Yakobus 5:16 dengan tema renungan “Kuasa Doa”.

Dalam renungannya, Desti Samarenna mengajak seluruh peserta ibadah untuk memahami bahwa doa bukan sekadar ungkapan permohonan kepada Tuhan, melainkan juga bagian penting dari kehidupan iman yang diwujudkan melalui keterbukaan, kesediaan untuk saling mengampuni, dan kepedulian terhadap sesama.

Mengacu pada Yakobus 5:16, “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya,” renungan ini menyoroti tiga hal utama, yakni keterbukaan, pemulihan, dan kuasa doa yang bekerja secara efektif dalam kehidupan orang percaya.

Pertama, keterbukaan dalam persekutuan. Peserta ibadah diajak untuk membangun kehidupan bersama yang dilandasi kejujuran dan kerendahan hati. Saling mengakui kesalahan bukan hanya berkaitan dengan keberanian untuk terbuka, tetapi juga dengan kesediaan menciptakan ruang yang aman bagi sesama untuk mengungkapkan kelemahan, saling memahami, serta memberikan pengampunan. Keluarga, kelompok sel, dan persekutuan diharapkan menjadi tempat yang menghadirkan penerimaan, bukan kepura-puraan.

Kedua, pemulihan yang bersumber dari Tuhan. Melalui pesan “supaya kamu sembuh”, renungan ini menegaskan bahwa keterbukaan dan doa merupakan bagian dari perjalanan menuju pemulihan. Manusia dipanggil untuk berani membuka diri, membangun hubungan yang baik, dan saling mendoakan, sementara Tuhan menjadi sumber kesembuhan dan pemulihan hidup.

Ketiga, kuasa doa yang bekerja secara efektif. Doa orang benar memiliki kuasa yang besar ketika dipanjatkan dengan penuh keyakinan. Dalam konteks ini, hidup benar tidak dimaknai sebagai keadaan tanpa kesalahan, melainkan sebagai kehidupan yang terus melekat kepada Tuhan, taat, dan berusaha selaras dengan kehendak-Nya. Dengan demikian, doa tidak dapat dipisahkan dari kesungguhan menjalani kehidupan iman dalam keseharian.

Melalui renungan tersebut, peserta ibadah juga diajak untuk melakukan refleksi diri: apakah masih ada kesalahan terhadap sesama yang belum diselesaikan dan apakah kehidupan persekutuan telah menjadi ruang yang terbuka untuk saling mendukung dalam menghadapi kelemahan.

Sebagai penutup, Desti Samarenna mengajak seluruh peserta untuk meruntuhkan tembok keangkuhan, berani mengakui kesalahan, saling memaafkan, dan tekun mendoakan satu sama lain. Kehidupan komunitas yang dibangun dalam keterbukaan dan kasih menjadi ruang bagi hadirnya kesembuhan serta pemulihan yang bersumber dari Tuhan.

Pelaksanaan Ibadah Akhir Pekan ini menjadi momentum bagi sivitas akademika IAKN Toraja untuk memperkuat kehidupan spiritual sekaligus mewujudkan nilai-nilai iman melalui sikap rendah hati, kepedulian, dan relasi yang harmonis dalam lingkungan kampus maupun kehidupan bermasyarakat.

 

 

 

 

 

Dokumentasi: Rusdin

Narasi : AR.

Editor Gambar : Ammi