Loading...
Jl. Poros Makale Makassar No.Km. 11, Kec. Mengkendek, Kab. Tana Toraja, Sulawesi Selatan 91871

DETAIL BERITA

gambar detail berita

Iman, Keluarga, dan Kesehatan Mental: IAKN Toraja Hadirkan PkM di Jemaat Patulak Melalui Prodi Pastoral Konseling

S1 PASKON
2026-08-30

Bagikan berita

Makale Utara —  Program Studi Pastoral Konseling pada Fakultas Teologi dan Sosiologi Kristen (FTSK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Gereja Toraja Jemaat Patulak Tallu Bontongan, Minggu (30/8/2026).

Mengangkat tema “Menjaga Kesehatan Mental Keluarga Kristen di Era Digital”, kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan pendampingan bagi jemaat dalam memahami tantangan kehidupan keluarga di tengah perkembangan teknologi digital.

Pelaksanaan PkM dikemas dalam dua bentuk kegiatan, yakni pelayanan ibadah serta panel/talkshow. Melalui kedua bentuk kegiatan tersebut, tim PkM berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga memberikan pemahaman praktis mengenai kesehatan mental dalam kehidupan keluarga Kristen.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Ismail Banne Ringgi’, M.Th., Dosen IAKN Toraja. Dalam khotbahnya, ia mengangkat tema “Tindakan yang Berpadanan dengan Kasih Karunia Allah”, sesuai dengan bahan Membangun Jemaat Gereja Toraja.

Pesan firman tersebut menjadi bagian penting dalam menguatkan kehidupan jemaat agar mampu mewujudkan kasih karunia Allah melalui tindakan nyata, termasuk dalam membangun relasi yang sehat di tengah keluarga dan komunitas gereja.

Setelah ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan panel/talkshow yang menghadirkan sejumlah dosen sebagai pemateri. Sesi pertama mengangkat tema “Orang Tua Tangguh, Keluarga Kristen Bertumbuh” yang disampaikan oleh Yelinda Sri Silvia, M.Th. dan Dr. Herman Titting, M.Pd.K.

Materi tersebut memberikan penekanan pada pentingnya peran orang tua dalam membangun ketahanan keluarga, khususnya dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan yang muncul di era digital. Orang tua didorong untuk membangun komunikasi yang sehat, menjadi teladan, serta menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung pertumbuhan anak secara utuh.

Sementara itu, sesi berikutnya membahas “Regulasi Emosi Anak dan Remaja” yang disampaikan oleh Ferdi Sapan Alextian, M.Psi. dan Srimart Ryeni, M.Si. Materi ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan mengenali, memahami, dan mengelola emosi pada anak dan remaja.

Pembahasan mengenai regulasi emosi dinilai relevan dengan kondisi keluarga saat ini, terutama ketika anak dan remaja berhadapan dengan berbagai pengaruh lingkungan digital. Pendampingan yang tepat dari orang tua dan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam membantu anak mengembangkan kemampuan mengelola emosi dan membangun relasi sosial yang sehat.

Melalui kegiatan PkM ini, Program Studi Pastoral Konseling berupaya memperluas kontribusi akademik kepada masyarakat dengan menghadirkan pengetahuan dan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan keluarga dan jemaat.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kesehatan mental keluarga merupakan bagian penting dari pertumbuhan kehidupan Kristen. Di tengah perkembangan era digital, keluarga diharapkan mampu menjadi ruang yang aman, suportif, dan penuh kasih bagi setiap anggotanya.

Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi dan gereja, PkM ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi jemaat dalam membangun keluarga Kristen yang semakin tangguh, sehat secara mental, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan berlandaskan iman dan kasih.

 

 

 

Dokumentasi : Prodi Paskon
Editor : Ammi
Narasi : AR.