Mengkendek, IAKN Toraja — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) sekaligus Kuliah Umum Program Pascasarjana pada Jumat (18/9/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Pascasarjana IAKN Toraja dan diikuti oleh jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Pascasarjana.
Mengangkat tema “Demokrasi dan Krisis Ekologi Global”, kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk membahas berbagai tantangan lingkungan hidup sekaligus dinamika kehidupan kebangsaan. Tema tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong mahasiswa Pascasarjana agar memiliki kepekaan akademik terhadap persoalan-persoalan strategis yang berkembang di tingkat global.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Direktur Pascasarjana IAKN Toraja, Dr. Joni Tapingku, M.Th. Selanjutnya, Rektor IAKN Toraja, Prof. Dr. Agustinus, M.Th., hadir secara daring melalui Zoom untuk menyampaikan sambutan sekaligus membuka rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya peran mahasiswa Pascasarjana dalam merespons berbagai isu krusial melalui pendekatan akademis yang tetap berpijak pada nilai-nilai keimanan. Menurutnya, pendidikan Pascasarjana tidak hanya diarahkan pada penguatan kapasitas intelektual, tetapi juga pada pembentukan kepekaan terhadap persoalan sosial, kebangsaan, dan lingkungan.
Pembukaan kegiatan kemudian dilanjutkan secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Petrus Tiranda, M.Th., selaku Plh. Rektor.
Adapun narasumber utama pada kegiatan ini yakni Prof. Dr. Julianus Mojau, M.Th., dan dipandu oleh Dr. Yohanis Luni Tumanan, M.Th. sebagai moderator. Dalam paparannya, Prof. Julianus mengulas keterkaitan antara tata kelola demokrasi dan keadilan lingkungan, sekaligus mendorong keterlibatan akademisi serta institusi keagamaan dalam merespons persoalan ekologis. “Demokrasi tidak hanya mencakup kebebasan berpolitik, tetapi juga tanggung jawab etik dalam menjaga ruang hidup seluruh ciptaan. Mahasiswa pascasarjana harus menjadi garda terdepan dalam menyuarakan keadilan ekologis ini,” tegas Prof. Julianus.
Menurutnya, krisis ekologi tidak dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab manusia dalam mengelola kehidupan bersama. Karena itu, ruang akademik memiliki peran penting dalam membangun pemikiran kritis dan kesadaran ekologis.
Kegiatan berlangsung dalam suasana akademik yang interaktif. Para peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan materi, tetapi juga berkesempatan menyampaikan pertanyaan dan pandangan dalam sesi diskusi.
Melalui PKKMB dan kuliah umum ini, IAKN Toraja terus mendorong mahasiswa Pascasarjana untuk mengembangkan wawasan akademik sekaligus membangun kepedulian terhadap isu demokrasi, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab intelektual dan iman di tengah perubahan global.
Dokumentasi & Narasi : Rusdin
Editor Naskah : AR.
Editor Gambar : Ammi