Mengkendek, IAKN Toraja – Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja melaksanakan Ujian Skripsi yang diikuti sebanyak 82 orang mahasiswa. Ujian yang dilaksanakan sejak tanggal 1 Juli 2026 ini, merupakan salah satu tahapan akhir penyelesaian studi untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.).
Pelaksanaan ujian berlangsung secara tertib dan para mahasiswa diuji oleh dua orang dosen penguji. Dalam ujian tersebut, setiap mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian, mempertahankan argumentasi ilmiah, serta menjawab berbagai pertanyaan dan masukan dari tim penguji sebagai bagian dari proses penjaminan mutu akademik.
Menariknya, penelitian mahasiswa tahun ini menunjukkan keberagaman tema yang mencerminkan perkembangan Pendidikan Agama Kristen sekaligus respons terhadap berbagai persoalan aktual baik di dunia pendidikan, gereja, budaya maupun masyarakat. Penelitian tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran di kelas, tetapi juga mengangkat isu-isu kontekstual yang relevan dengan tantangan zaman.
Pada bidang pendidikan dan inovasi pembelajaran, mahasiswa mengkaji berbagai model pembelajaran seperti Deep Learning, Joyful Learning, Teams Games Tournament, Think-Pair-Share, Course Review Horay, Talking Stick, Numbered Head Together, Inkuiri Terbimbing, pembelajaran berdiferensiasi, strategi pembelajaran interaktif, hingga pengembangan multimedia menggunakan Model SAHAT. Berbagai penelitian tersebut bertujuan meningkatkan motivasi belajar, minat belajar, kerja sama, kemandirian, partisipasi, dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen.
Dalam bidang pendidikan karakter dan psikologi pendidikan, mahasiswa mengangkat berbagai tema seperti pembentukan karakter Kristiani, karakter sosial, karakter disiplin, tanggung jawab, solidaritas, sopan santun, self-esteem, self-efficacy, pencegahan bullying, manajemen waktu mahasiswa, hingga kajian teori dari Albert Bandura, Thomas Lickona, Erik Erikson, Alfred Adler, dan Emile Durkheim sebagai landasan analisis terhadap berbagai fenomena pendidikan.
Sementara itu, pada bidang inklusi dan pendidikan anak berkebutuhan khusus, penelitian mahasiswa menyoroti peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam mendampingi peserta didik berkebutuhan khusus, strategi mengajar anak tunawicara, kompetensi sosial guru di sekolah inklusi, serta implementasi pendidikan multikultural untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi semua peserta didik.
Kekayaan budaya lokal juga menjadi perhatian utama dalam penelitian mahasiswa. Berbagai skripsi mengkaji nilai-nilai Kristiani yang terkandung dalam tradisi dan budaya Nusantara, seperti Ukiran Pa'Lolo Tabang, Pa'barre Allo, Pa'bua Kapa', Ma'nene', Ma'dulang, Ma'bugi', Ma'pasilaga Tedong, Mangrambu Langi', Tumete, Mangaro, Ma'pebulan, Pangkahingisan, Ma'peattu, hingga falsafah Tallu Batu Lalisan. Selain budaya Toraja, mahasiswa juga meneliti Tradisi Bakar Batu di Papua Pegunungan sebagai sarana memperkuat relasi komunal dalam perspektif nilai-nilai Kristiani.
Tema-tema penelitian juga memperlihatkan kepedulian mahasiswa terhadap isu keluarga dan pelayanan gereja, seperti pembinaan rohani pemuda, pola asuh orang tua dan grand parenting, pendidikan iman sejak masa pranatal, implementasi pendidikan Kristiani dalam keluarga berdasarkan Ulangan 6:4–9, peran keluarga dalam menanamkan kerukunan beragama, pembentukan karakter spiritual anak, hingga pelayanan majelis gereja dalam menyikapi tradisi budaya secara kontekstual.
Selain itu, mahasiswa turut mengangkat berbagai isu kontemporer seperti pengaruh media digital terhadap minat belajar, kecenderungan individualisme akibat media sosial, diskriminasi gender terhadap buruh tani, pendidikan ekologi, animal ethic, rendahnya minat belajar mahasiswa, tantangan guru dalam implementasi pendekatan Deep Learning, kendala mahasiswa PPL dalam mengembangkan modul ajar, tantangan guru sekolah minggu, serta dampak praktik perjudian dalam tradisi lokal terhadap karakter generasi muda.
Keunikan penelitian tahun ini juga tampak dari hadirnya kajian interdisipliner yang menghubungkan Pendidikan Agama Kristen dengan karya film populer, seperti analisis film "Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis", film animasi "Jumbo", hingga komparasi pendekatan pedagogis Yesus Kristus dengan karakter Gojo Satoru sebagai refleksi terhadap praktik pembimbingan peserta didik pada masa kini.
Keberagaman topik yang diangkat menunjukkan bahwa mahasiswa PAK IAKN Toraja mampu mengembangkan penelitian yang tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan, gereja, pelestarian budaya, serta kehidupan masyarakat.
Melalui pelaksanaan Ujian Skripsi ini, Program Studi Pendidikan Agama Kristen FKIPK IAKN Toraja kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang unggul, kritis, inovatif, dan kontekstual. Hasil-hasil penelitian mahasiswa diharapkan menjadi referensi ilmiah yang bermanfaat bagi pengembangan Pendidikan Agama Kristen, dunia pendidikan, pelayanan gereja, serta pelestarian nilai-nilai budaya lokal yang selaras dengan ajaran Kristiani.
Dokumentasi & Narasi : Prodi PAK
Editor : AR.