Mengkendek, IAKN Toraja ---- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja sukses menyelenggarakan Seminar Pemeliharaan Babi Organik yang berlangsung di Gedung Center of Leadership and Entrepreneurship (CLE), Rantedada-Mengkendek, pada Rabu (10/06/2026). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan IAKN Toraja, serta peserta dari luar kampus, diantaranya dari STT Kibaid Makale dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara.
Seminar berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber terkait konsep pemeliharaan babi organik, strategi pengembangan peternakan, hingga tantangan yang dihadapi peternak di Toraja saat ini.
Kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian program yang telah berlangsung selama tiga hari di IAKN Toraja. Rangkaian tersebut diawali dengan Kuliah Umum bertema “Theopreneurship” pada 8 Juni 2026 yang menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Kerajaan Allah dalam dunia usaha. Dalam pemaparannya, bisnis tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang tabu di lingkungan gereja, melainkan sebagai sarana untuk mewujudkan kesejahteraan bersama dan kemajuan masyarakat secara berkelanjutan.
Kegiatan dilanjutkan pada hari kedua dengan Simulasi Premium Cutting dan Food Processing Olahan Babi yang memberikan pengalaman praktik langsung kepada peserta. Sementara itu, seminar hari ketiga berfokus pada pembahasan pemeliharaan babi organik sebagai salah satu solusi pengembangan peternakan yang sehat dan berkelanjutan.
Penutupan kegiatan dilakukan secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan IAKN Toraja, Dr. Petrus Tiranda, M.Th., yang mewakili Rektor IAKN Toraja. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh narasumber, panitia, serta peserta yang telah mendukung suksesnya rangkaian kegiatan tersebut.
Dr. Petrus menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi menjadi momentum baru (kairos) bagi para peternak di Toraja yang tengah menghadapi berbagai tantangan, termasuk penyakit babi dan fluktuasi harga pasar. Ia juga menyoroti tingginya harga pakan ternak di Toraja yang dipengaruhi oleh biaya transportasi, sehingga diperlukan dukungan kebijakan dan regulasi yang berpihak kepada peternak lokal melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk PIKI dan pemerintah daerah.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi nyata antara IAKN Toraja, pemerintah daerah, PIKI, gereja, dan masyarakat untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Gedung Center of Leadership and Entrepreneurship (CLE) IAKN Toraja juga diharapkan dapat menjadi pusat pelatihan, pendampingan, dan pengembangan kapasitas masyarakat yang terbuka untuk berbagai lembaga dan pemangku kepentingan.
Mengakhiri sambutannya, Dr. Petrus kembali menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang telah berkontribusi selama tiga hari pelaksanaan kegiatan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun fasilitas yang diberikan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan harapan agar ilmu, pengalaman, dan jejaring yang terbangun selama tiga hari tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Toraja serta berkontribusi pada peningkatan ekonomi jemaat dan ekonomi umat secara berkelanjutan.
Dokumentasi : Y. Tonno & AR.
Narasi : AR.