Mengkendek, Humas IAKN Toraja — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja melaksanakan Ibadah Akhir Pekan pada Kamis (3/9/2026), dipimpin oleh Edwin Ballu, S.Th., M.Pd. Dalam ibadah tersebut, firman Tuhan disampaikan dari 2 Korintus 12:11–21 dengan pesan utama tentang pentingnya introspeksi diri, menghargai keterbatasan, serta membangun kebersamaan melalui kontribusi nyata.
Dalam renungannya, Edwin Ballu mengajak civitas akademika melihat pengalaman Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat Korintus sebagai cermin kehidupan manusia. Ungkapan hati Paulus menunjukkan bahwa dalam relasi dengan sesama, setiap orang dapat mengalami kekecewaan, salah paham, maupun pergumulan ketika apa yang diberikan tidak selalu mendapatkan respons seperti yang diharapkan.
Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah agar setiap orang tidak mudah melihat kekurangan orang lain tetapi melupakan keterbatasan diri sendiri. Ia mengutip pesan Bunda Teresa bahwa ketika melihat kekurangan seseorang, manusia perlu mengingat bahwa dirinya pun memiliki keterbatasan. Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan kehidupan civitas akademika IAKN Toraja. Setiap orang, baik pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa, memiliki peran dalam membangun kehidupan lembaga. Perbedaan posisi dan tanggung jawab tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling melempar tanggung jawab.
Edwin menegaskan bahwa kebersamaan membutuhkan dua pihak yang sama-sama bersedia mengambil bagian. Karena itu, ketika terdapat kekurangan dalam satu sisi, respons yang dibutuhkan bukan saling menyalahkan, tetapi mencari cara untuk menjadi mitra yang saling melengkapi dan bersama-sama membangun keutuhan.
Dalam konteks kehidupan lembaga, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk memiliki kesadaran bahwa IAKN Toraja merupakan rumah bersama yang dipercayakan untuk dikelola dan dibangun bersama. Renungan juga menekankan pentingnya keikhlasan dalam bekerja. Setiap tugas yang dijalankan dengan ketulusan diyakini menjadi bagian dari pelayanan kepada Tuhan.
Edwin mengingatkan bahwa kerukunan menjadi salah satu unsur penting dalam menikmati berkat Tuhan. Hidup damai dengan sesama perlu dipelihara dalam setiap ruang kehidupan, termasuk dalam lingkungan kerja dan pelayanan.
Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi civitas akademika IAKN Toraja untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan ketulusan. Setiap pekerjaan, sekecil apa pun, memiliki nilai ketika dilakukan dengan kesadaran bahwa semuanya merupakan bagian dari panggilan pelayanan.
Ibadah Akhir Pekan ini sekaligus menjadi ruang bagi civitas akademika untuk kembali membangun komitmen bahwa kehidupan lembaga tidak dapat dijalankan oleh satu pihak saja. Kebersamaan, saling menghargai, keikhlasan bekerja, dan kesediaan berkontribusi menjadi fondasi penting untuk membangun IAKN Toraja sebagai keluarga akademik yang harmonis dan bertumbuh bersama.
Dokumentasi : Rusdin
Narasi : AR.
Editor : Ammi