2026-10-02
#PrestasiMahasiswa
#Akademik
Mengkendek, IAKN Toraja — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode Oktober 2026 di Aula Bukit Kasih IAKN Toraja, Jumat (2/10/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Ayub Toding, S.Th., dengan pembacaan firman Tuhan dari Matius 21:23–27. Dalam refleksinya, Pdt. Ayub menekankan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni atau momentum menerima gelar akademik, tetapi merupakan titik peralihan dari sebuah pencapaian menuju tantangan untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh.
Menurutnya, gelar akademik akan memiliki makna ketika pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata dan memberikan manfaat bagi sesama. “Wisuda bukanlah sekadar ceremonial dan pemberian gelar belaka, melainkan sebuah peralihan dari pencapaian kepada sebuah tantangan untuk mengaplikasikan apa yang sudah dicapai,” demikian pesan yang disampaikan dalam khotbahnya.
Ia juga mengajak para lulusan bahwa pengetahuan harus digunakan untuk mencari dan memperjuangkan kebenaran. Karena itu, kecerdasan akademik perlu berjalan bersama kejujuran, integritas, dedikasi, dan karakter yang baik. “Jangan hanya memiliki skill, tetapi harus disertai dengan dedikasi, integritas dan karakter yang baik serta berpegang teguh pada kebenaran,” pesannya kepada para wisudawan.
Pada Wisuda Periode Oktober 2026, sebanyak 513 lulusan dikukuhkan dari Program Pascasarjana dan tiga fakultas di lingkungan IAKN Toraja. Program Pascasarjana meluluskan 39 orang, terdiri atas 20 lulusan Program Studi Teologi Stratum Dua, 14 lulusan Program Studi Pendidikan Agama Kristen Stratum Dua, dan 5 lulusan Program Studi Kepemimpinan Kristen Stratum Dua. Selanjutnya, Fakultas Teologi dan Sosiologi Kristen (FTSK) meluluskan 172 orang, yang terdiri atas 130 lulusan Program Studi Teologi Stratum Satu, 15 lulusan Program Studi Pastoral Konseling Stratum Satu, 13 lulusan Program Studi Misiologi Stratum Satu, dan 14 lulusan Program Studi Sosiologi Agama Stratum Satu.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK) menjadi unit dengan jumlah lulusan terbanyak, yakni 254 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 128 lulusan Program Studi Pendidikan Agama Kristen Stratum Satu, 16 lulusan Program Studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini Stratum Satu, 81 lulusan Program Studi Bimbingan Konseling Kristen Stratum Satu, dan 29 lulusan Program Studi Psikologi Kristen Stratum Satu. Sementara itu, Fakultas Budaya, Kepemimpinan, dan Kesenian Kristen (FBKK) meluluskan 48 orang, terdiri atas 41 lulusan Program Studi Kepemimpinan Kristen Stratum Satu dan 7 lulusan Program Studi Musik Gerejawi Stratum Satu.
Pada momentum tersebut, IAKN Toraja juga mencatat sejumlah lulusan dengan prestasi akademik terbaik. Empat lulusan terbaik yang meraih predikat Cumlaude adalah Kesia Sigala, M.Pd. dengan IPK 3,93; Lorensy Kadang, S.Pd. dengan IPK 3,95; Sanhedrin Rio Kassang, S.Th. dengan IPK 3,87; dan Nober Nallo, S.Sn. dengan IPK 3,85. Prestasi tersebut menjadi bagian dari capaian akademik yang diharapkan dapat terus dilanjutkan melalui pengabdian dan karya para lulusan setelah menyelesaikan pendidikan di IAKN Toraja.
Rektor IAKN Toraja, Prof. Dr. Agustinus, M.Th., menyampaikan kebanggaan atas pencapaian para lulusan. Ia berharap ilmu pengetahuan yang diperoleh selama menjalani pendidikan dapat diterapkan dalam kehidupan, dunia kerja, pelayanan, dan masyarakat. “Kami turut bangga atas pencapaiannya. Kami berharap ilmu pengetahuan yang telah didapatkan bisa diterapkan,” ungkapnya.
Rektor juga mengajak seluruh alumni untuk menyatukan tekad dan terus bergerak maju. Menurutnya, alumni memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi bagi lembaga sehingga hubungan antara almamater dan alumni dapat terus diperkuat. “Semua alumni harus bergerak maju, semua alumni harus berkontribusi bagi lembaga supaya kita menjadi kuat dan menjadi jaya,” ujarnya.
Dalam menghadapi perjalanan karier, Rektor menekankan tiga hal yang menjadi bekal penting bagi setiap lulusan, yakni pengetahuan, keterampilan atau skill, dan sikap.
Sementara itu, Bupati Tana Toraja, dr. Zadrak Tombeg, Sp.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa momentum wisuda bukan hanya menjadi perayaan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi tantangan bagi para lulusan untuk memikirkan langkah selanjutnya.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah. Menurut Bupati, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan insan yang memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual. “Memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi para lulusan bahwa keberhasilan pendidikan tidak berhenti pada pencapaian akademik. Ilmu dan gelar yang diperoleh perlu diikuti dengan kemampuan, karakter, integritas, serta tanggung jawab untuk memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana IAKN Toraja Periode Oktober 2026 pun menjadi momentum penting bagi 513 lulusan untuk memasuki tahapan baru dalam perjalanan kehidupan. Dengan bekal ilmu, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai kekristenan yang diperoleh selama menjalani pendidikan, para alumni diharapkan mampu hadir dan berkarya di tengah gereja, masyarakat, dunia kerja, serta berbagai bidang pengabdian.
Dokumentasi : Rusdin
Narasi : AR.
Editor Gambar : Ammi